Rabu, 03 Oktober 2018
Awalnya Mereka Ceria Namun Perhatikan Pada Satu Orang
Pernah ada beritanya di National Geographic... Lele Raksasa yg suka makan manusia... itu ada di sungai Gangga India dan kayaknya itu juga warga India... ini beritanya :
http://m.erabaru.net/2017/08/12/masyarakat-india-selalu-membuang-mayat-ke-sungai-membuat-ikan-lele-raksasa-menjadi-monster-kini-mulai-meneror-manusia-yang-mandi-di-sungai/
Sabtu, 08 September 2018
Tugu Bantengan - Puncak B29 (PP) 29Jul18
TUGU BANTENGAN - PUNCAK B29 (PP) 29JUL18
Google Foto dan Video2 saat perjalanan Bantengan - B29
Perjalanan lewat jalan setapak kecil mulai Tugu Bantengan s/d Puncak B29 (29Jul18, 8km, 1.5 jam = brkt & 1 jam = plng) di sepanjang tebing lereng Kaldera Gunung Bromo mungkin merupakan perjalanan paling LUAR BIASA menjelajah naik motor selama hidupku justru di usia yg gak muda lagi he.. he...
Jadi teringat saat2 jaman SMP-SMA di Asembagus - Situbondo, sama Sahabat penjelajahku cak Putu putra P. Gede. Tiap beberapa minggu biasanya selalu mencari2 jalan2 baru di Pelosok2 Asembagus utk dijelajahi.
Hoby bermotor utamanya ditempat2 Wisata Alam Gunung & Pantai, berlanjut saat jadi Mahasiswa di Malang.
Hoby menjelajah pake Motor sempat mandek berpuluh tahun (1990-an s/d 2017) utamanya sejak mulai bekerja dan berumah tangga.
Tapi hoby yg sebenarnya cukup menguras tenaga utk orang seumurku, mendadak KUMAT gara2 beberapa teknologi per-Peta-an yg mendadak muncul hampir berbarengan mulai 1. Google-Maps (GM) 2. Google-Earth (GE) 3. GPS di Smartphone dan paling gres + canggih 4. Google-Street-View (GSV) yg sejak 2015 mobilnya menjelajahi sampai ujung Gunung dan Pantai di Malang dan sekitarnya. Hal ini juga yg membuat aq agak iri dgn Generasi Muda saat ini, kenapa teknologi canggih itu kok baru ada sekarang kok gak dulu2 jaman aq nom, he.. he...
Efek gara2 sering otak-atik Aplikasi Google diatas, akhirnya kok jadi punya Keinginan Kuat Menjelajahi lagi seperti jaman muda ke tempat2 Wisata Alam di Kab. Malang dan sekitarnya yg menurutku satu2nya Kab. di pulau Jawa yg super lengkap tempat Wisata ALAM-nya dibanding daerah lain, he.. he... Mulai wisata gunung + pantai + coban + sumber air, dll...
Keinginan sudah ada utamanya sejak 2016... tp gara2 karena tahun itu di Indonesia lagi ada Fenomena La-Nina (sepanjang 2016 gak ada kemarau). Akhirnya baru bisa terlaksana 2017 bulan Mei kemarin saat awal Kemarau dan diawali ke Bromo bermotor sama teman kuliah dulu.
Petualangan lewat jalan tembus Tugu Bantengan - Puncak B29 mungkin cukup sekali saja bagiku, soale benar2 menguras tenaga utk seumurku termasuk juga bagi 2 anak muda (SMA-PKL) yg kuajak yg katanya super capek tapi muantabs dan cukup menantang perjalanannya... he.. he..
Sebenarnya hampir putus asa dan sempat mau putar balik, tp saat lihat di GPS kok sudah dekat justru kalau kembali lebih jauh, akhirnya di tekati sampai finish di B29 dan rencana pulang lewat jln raya Senduro - Ranupane tp gak jadi & lwt lagi rute yg sama krn masalah waktu & jarak yg cukup jauh jika lewat bawah.
Sebenarnya lagi jika bukan driver dan hanya membonceng gak akan begitu capek tapi tetap capek saat di titik tertinggi harus dorong dari belakang dan narik pake tali yg bagian depan.
Perjalanan terberat & cukup menguras tenaga adalah dari arah Tugu Bantengan ke Puncak B29 (-+ 1.5 jam) utamanya di titik Tertinggi yg harus didorong... justru saat pulangnya (B29-Bantengan, -+ 1 jam) boleh dikata agak mudah meski kaki dan tangan pegal2 karena harus banyak ngerem + angkat kaki tinggi2 di cekungan yg agak dalam + kaki ikutan ngerem saat pedal rem gak bisa di injak, efeknya saat di jln raya perjalanan pulang kok sikil rodo kram... mgkn krn nyetir terus & faktor usia... he.. he..
Itu sekelumit kisahku, kisah Luar Biasa bagiku perjalananku bermotor di sepanjang tebing lereng Kaldera Gunung Bromo.
Utk bahasan masalah teknis perjalanan mungkin bagi anak2 kita / anak2 muda yg ingin mencari tantangan kesana (gak recomended utk kita2 yg sudah tua kecuali suka / sering bermotor, he.. he..) akan kubuatkan dilain waktu.
Endy-Nanang, Malang, 30Jul18 2:30 am
Google Foto dan Video2 saat perjalanan Bantengan - B29
Perjalanan lewat jalan setapak kecil mulai Tugu Bantengan s/d Puncak B29 (29Jul18, 8km, 1.5 jam = brkt & 1 jam = plng) di sepanjang tebing lereng Kaldera Gunung Bromo mungkin merupakan perjalanan paling LUAR BIASA menjelajah naik motor selama hidupku justru di usia yg gak muda lagi he.. he...
Jadi teringat saat2 jaman SMP-SMA di Asembagus - Situbondo, sama Sahabat penjelajahku cak Putu putra P. Gede. Tiap beberapa minggu biasanya selalu mencari2 jalan2 baru di Pelosok2 Asembagus utk dijelajahi.
Hoby bermotor utamanya ditempat2 Wisata Alam Gunung & Pantai, berlanjut saat jadi Mahasiswa di Malang.
Hoby menjelajah pake Motor sempat mandek berpuluh tahun (1990-an s/d 2017) utamanya sejak mulai bekerja dan berumah tangga.
Tapi hoby yg sebenarnya cukup menguras tenaga utk orang seumurku, mendadak KUMAT gara2 beberapa teknologi per-Peta-an yg mendadak muncul hampir berbarengan mulai 1. Google-Maps (GM) 2. Google-Earth (GE) 3. GPS di Smartphone dan paling gres + canggih 4. Google-Street-View (GSV) yg sejak 2015 mobilnya menjelajahi sampai ujung Gunung dan Pantai di Malang dan sekitarnya. Hal ini juga yg membuat aq agak iri dgn Generasi Muda saat ini, kenapa teknologi canggih itu kok baru ada sekarang kok gak dulu2 jaman aq nom, he.. he...
Efek gara2 sering otak-atik Aplikasi Google diatas, akhirnya kok jadi punya Keinginan Kuat Menjelajahi lagi seperti jaman muda ke tempat2 Wisata Alam di Kab. Malang dan sekitarnya yg menurutku satu2nya Kab. di pulau Jawa yg super lengkap tempat Wisata ALAM-nya dibanding daerah lain, he.. he... Mulai wisata gunung + pantai + coban + sumber air, dll...
Keinginan sudah ada utamanya sejak 2016... tp gara2 karena tahun itu di Indonesia lagi ada Fenomena La-Nina (sepanjang 2016 gak ada kemarau). Akhirnya baru bisa terlaksana 2017 bulan Mei kemarin saat awal Kemarau dan diawali ke Bromo bermotor sama teman kuliah dulu.
Petualangan lewat jalan tembus Tugu Bantengan - Puncak B29 mungkin cukup sekali saja bagiku, soale benar2 menguras tenaga utk seumurku termasuk juga bagi 2 anak muda (SMA-PKL) yg kuajak yg katanya super capek tapi muantabs dan cukup menantang perjalanannya... he.. he..
Sebenarnya hampir putus asa dan sempat mau putar balik, tp saat lihat di GPS kok sudah dekat justru kalau kembali lebih jauh, akhirnya di tekati sampai finish di B29 dan rencana pulang lewat jln raya Senduro - Ranupane tp gak jadi & lwt lagi rute yg sama krn masalah waktu & jarak yg cukup jauh jika lewat bawah.
Sebenarnya lagi jika bukan driver dan hanya membonceng gak akan begitu capek tapi tetap capek saat di titik tertinggi harus dorong dari belakang dan narik pake tali yg bagian depan.
Perjalanan terberat & cukup menguras tenaga adalah dari arah Tugu Bantengan ke Puncak B29 (-+ 1.5 jam) utamanya di titik Tertinggi yg harus didorong... justru saat pulangnya (B29-Bantengan, -+ 1 jam) boleh dikata agak mudah meski kaki dan tangan pegal2 karena harus banyak ngerem + angkat kaki tinggi2 di cekungan yg agak dalam + kaki ikutan ngerem saat pedal rem gak bisa di injak, efeknya saat di jln raya perjalanan pulang kok sikil rodo kram... mgkn krn nyetir terus & faktor usia... he.. he..
Itu sekelumit kisahku, kisah Luar Biasa bagiku perjalananku bermotor di sepanjang tebing lereng Kaldera Gunung Bromo.
Utk bahasan masalah teknis perjalanan mungkin bagi anak2 kita / anak2 muda yg ingin mencari tantangan kesana (gak recomended utk kita2 yg sudah tua kecuali suka / sering bermotor, he.. he..) akan kubuatkan dilain waktu.
Endy-Nanang, Malang, 30Jul18 2:30 am
Langganan:
Postingan (Atom)
